Fakhrunnas MA Jabbar

Rabu, 01/03/2017 10:14 WIB
Fakhrunnas MA Jabbar

Fakhrunnas MA Jabbar

Stasiun Kota Zurich

stasiun kota di bawah tekanan salju
penuh cemburu
menatap lalu lalang orang penuh tuju
burung-burung senja menyorong arah
meski matahari tak bilang
bakal dating sebentar lagi

stasiun kota ini penuh salju
dan gerimis yang tak tahu bila berhenti
mimpi-mimpi masih bersahutan
di helaan langkah dan napas yang pegal
pohon-pohon pardu kedinginan
dan burung-burung senja kehabisan cuit
tenggelam di keramaian orang
yang tak berarah

stasiun kota di bawah tekanan salju
penuh haru
tersipu

zurich, 2016

 

Selamat Pagi Singapura

tak kutahu pasti di mana
matahari sembunyi
tabir embun memburam mata lagi
maung laut dan angin sakal
membangun mimpi panjang tadi malam
bolehkah kubercerita pada
rembulan bila saatnya tiba? 

singapura tak sekadar tumasik, tuan lee
dan pelabuhan laut raksasa
di sepanjang selat melaka
atau kampong gelam
atau pula kampong bedok yang sunyi

seperti kanak-kanak, kataku
setiap orang ingin membuat
sejarah sendiri-sendiri
patut dikenang
atau dibuang
Itu persoalan waktu

singapura, 2014

 

Belajar Sejarah pada Batu

sejarah ada di mana-mana 
ada di batu
batu tak diam kala kusapa

di antara batu-batu
kubelajar sejarah
ada yang terbantai di kelam waktu
masa lalu
di holocaust memorial ini
kuterkenang segala
kubelajar segala
tak sia-sia
kini

berlin, 23 okt 2014

 

Sakratul Maut

siapa sungkupkan langit di dedah lembah-lembah
tak cukup jua langkah sembunyi dari jangkau sakratul maut
tak cukup jua jarum waktu membilang pedang
sehelai ilalang tak kuasa membenam diri
pun di liang kelam goa terdalam bernyanyilah memberi tanda
kan tiba jua kala genta bersahutan di perjanjian kita dilaungkan dulu
kita kan bisu tiba-tiba

delta mekong, 2014


Jarum Waktu Melambat

kenapa
jarum waktu enggan melingkar
kereta rindu pun tak bergerak laju
mana desah napasmu agar kutega menunggu
perjalanan ini masih panjang, tin

ho chi minh, 2014

 

Fakhrunnas MA Jabbar adalah sastrawan, tinggal di Pekanbaru

BACA JUGA